Sabtu, 28 Maret 2015

TULISAN 1

1.bagaimana peran bahasa daerah terhadap perkembangan bahasa indonesia

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional kita. Semenjak diikrarkannya Sumpah Pemuda, bahasa Indonesia disepakati sebagai bahasa pemersatu semua suku bangsa yang ada di wilayah pendudukan Hindia Belanda. Keberadaan berbagai suku bangsa dengan beragam bahasa daerahnya masing-masing menjadikan bangsa kita memerlukan bahasa nasional yang dapat menjembatani komunikasi diantara sesama anak bangsa. Bahasa Indonesia yang berakar dari bahasa Melayu dipilih sebagai bahasa pemersatu tersebut.
Sebagai bahasa pemersatu, bahasa Indonesia memiliki posisi dan peran yang sangat sentral dalam rangka membangkitkan semangat nasionalisme para tokoh pergerakan nasional untuk mencapai kemerdekaan. Dengan bahasa Indonesia, komunikasi diantara organisasi kepemudaan maupun pergerakan nasional menjadi lebih efektif dan lebur tanpa kendala batasan bahasa daerah yang lebih bersifat kesukuan dan berlaku dalam cakupan wilayah yang terbatas. Bahasa Indonesia mendorong para anak bangsa untuk mengatasi batas-batas primordialisme kesukuan menjadi lebih mengutamakan bangsa di atas suku bangsa. Itulah semangat nasionalisme!
Setelah bangsa Indonesia berhasil lepas dari belenggu penjajahan dengan diproklamasikannya Negara Kesatuan Republik Indonesia, bahasa Indonesia memiliki peran yang lebih luas sebagai bahasa resmi negara. Dalam kedudukan sebagai bahasa resmi negara, bahasa Indonesia menjadi bahasa formal yang digunakan dalam urusan kepemerintahan hingga sebagai bahasa pengantar di dunia pendidikan. Anak sekolah di taman kanak-kanak hingga mahasiswa di bangku kuliah mempergunakan bahasa Indonesia untuk mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan.
Di tengah laju globalisasi dewasa ini, dunia bergerak sedemikian cepat meninggalkan batas-batas tradisi. Bahasa Indonesia juga mengalami dinamika perkembangan sesuai pergerakan roda jaman. Banyak pengkayaan kosa kata dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa lokal maupun internasional. Pergaulan dan pembauran diantara anak bangsa yang berasal dari beragam suku dan bahasa turut memperkaya khasanah kosa kata maupun ideom dalam bahasa Indonesia.
Di kalangan masyarakat urban atau perkotaan, termasuk di kalangan intelektual, bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa komunikasi keseharian. Bahkan di tengah masyarakat perkotaan yang relatif lebih heterogen kompisisi penduduknya, bahasa Indonesia memiliki peran sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Tidak hanya di lingkungan formal, di dalam rumah tangga generasi terpelajar masa kini bahkan bahasa Indonesia sudah menjadi bahasa ibu. Anak-anak di perkotaan lebih banyak diajari berbahasa Indonesia semenjak usia bayi. Anak kota, terlebih di kota besar seperti Jakarta, seakan sudah tidak lagi mengenal bahasa daerah yang pernah digunakan oleh bapak-ibu, kakek-nenek, dan moyang mereka di masa lalu. Bahasa daerah menjadi semakin terpinggirkan dan hanya menjadi nomor sekian setelah bahasa Indonesia. Apakah hal ini sudah tepat?
Keberadaan sebuah bahasa lokal atau bahasa daerah sangat erat dengan eksistensi suku bangsa yang melahirkan dan menggunakan bahasa tersebut. Bahasa menjadi unsur pendukung utama tradisi dan adat istiadat. Bahasa juga menjadi unsur pembentuk sastra, seni, kebudayaan, hingga peradaban sebuah suku bangsa. Bahasa daerah dipergunakan dalam berbagai upacara adat, bahkan dalam percakapan sehari-hari. Seperti apakah sebenarnya kedudukan bahasa daerah kita terhadap bahasa Indonesia?
Sebagaimana telah ditetapkan di dalam Pasal 36 UUD Tahun 1945, bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional. Namun demikian di penjelasan dirumuskan bahwa di daerah-daerah yang memiliki bahasa sendiri, yang dipelihara oleh rakyatnya dengan baik-baik (misalnya bahasa Jawa, Sunda, Madura, dsb.) bahasa-bahasa itu akan dihormati dan dipelihara juga oleh negara. Bahasa-bahasa daerah itupun merupakan bagian pembentuk kebudayaan Indonesia yang hidup dengan dinamis.
Bahasa daerah pada saat ini lebih banyak dipergunakan oleh penduduk suku bersangkutan yang kebanyakan bertempat tinggal di daerah-daerah pedalaman, ataupun kota-kota kecil, serta daerah urban. Kelestarian, perkembangan, dan pertumbuhan bahasa daerah sangat tergantung dari komitmen para penutur atau pengguna bahasa tersebut untuk senantiasa secara sukarela mempergunakan bahasanya dalam pergaulan kehidupan sehari-hari. Jika penutur suatu bahasa daerah masih berjumlah banyak, dan merekapun menurunkan bahasa daerah yang dikuasainya kepada anak-anak dan generasi remaja, maka kelestarian bahasa yang bersangkutan akan lebih terjamin dalam jangka panjang. Sebaliknya, jikalau penutur suatu bahasa daerah semakin berkurang dan tidak ada upaya regenerasi kepada generai muda, maka sangat besar kemungkinan secara perlahan-lahan akan terjadi gejala degradasi bahasa yang mengarah kepada musnahnya suatu bahasa daerah.
Bahasa daerah adalah unsur pembentuk budaya daerah dan sekaligus budaya nasional. Apabila satu per satu bahasa pendukung budaya nasional musnah, maka lambat laun pilar penyangga budaya nasionalpun akan roboh dan hal ini berarti kebudayaan nasional juga mengalami ancaman yang sangat serius. Apakah jadinya sebuah bangsa yang tidak lagi memiliki kebudayaannya? Bangsa kita akan terjebak menjadi bangsa tanpa kepribadian. Hal ini jelas akan memperlemah tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara ini akan menjadi negara yang gagal (the fail state). Dengan demikian bahasa daerah maupun bahasa nasional memiliki peran yang sangat penting bagi tegak berdirinya negara kita. Oleh karena itu, di samping penguasaan bahasa nasional maupun internasional dalam rangka menghadapi globalisasi percaturan global, maka setiap anak bangsa harus sadar untuk turut melestarikan bahasa lokal alias bahasa daerah.

fungsi dari bahasa daerah

Dalam kedudukannya sebagai Bahasa Daerah sendiri, maka Bahasa Daerah sendiri berfungsi sebagai:
1.      Sebagai lambang kebanggan daerah
2.      Lambang identitas daerah
3.      Alat penghubung di dalam keluarga dan masyarakat daerah

Adapun fungsi bahasa daerah dalam hubungannya dengan Bahasa Indonesia adalah:
1.      Bahasa Daerah sebagai pendukung Bahasa Nasional
Bahasa daerah merupakan bahasa pendukung bahasa Indonesia yang keberadaannya diakui oleh Negara. UUD 1945 pada pasal 32 ayat (2) menegaskan bahwa “Negara menghormati dan memilihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.” dan juga sesuai dengan perumusan Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 di Medan, bahwa bahasa daerah sebagai pendukung bahasa nasional merupakan sumber pembinaan bahasa Indonesia. Sumbangan bahasa daerah kepada bahasa Indonesia, antara lain, bidang fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan kosa kata. Demikian juga sebaliknya, bahasa Indonesia mempengaruhi perkembangan bahasa daerah. Hubungan timbal balik antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah saling melengkapi dalam perkembangannya.
2.      Bahasa Daerah sebagai bahasa pengantar pada tingkat permulaan sekolah dasar
Di daerah tertentu , bahasa daerah boleh dipakai sebagai bahasa pengantar di dunia pendidikan tingkat sekolah dasar sampai dengan tahun ketiga (kelas tiga). Setelah itu, harus menggunakan bahasa Indonesia , kecuali daerah-daerah yang mayoritas masih menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa ibu.
3.      Bahasa Daerah sebagai sumber kebahasaan untuk memperkaya Bahasa Indonesia
Seringkali istilah yang ada di dalam bahasa daerah belum muncul di bahasa indonesia sehingga bahasa indonesia memasukkannya istilah tersebut , contohnya “ gethuk “ { penganan dibuat dari ubi dan sejenisnya yang direbus, kemudian dicampur gula dan kelapa (ditumbuk bersama) } karena di bahasa indonesia istilah tersebut belum ada , maka istilah “ gethuk “ juga di resmikan di bahasa indonesia sebagai istilah dari “ penganan dibuat dari ubi dan sejenisnya yang direbus, kemudian dicampur gula dan kelapa (ditumbuk bersama) “.
4.    Bahasa Daerah sebagai pelengkap bahasa Indonesia di dalam penyelenggaraan pemerintah pada tingkat daerah
Dalam tatanan pemerintah pada tingkat daerah , bahasa daerah menjadi penting dalam komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat yang kebanyakan masih menggunakan bahasa ibu sehingga dari pemerintah harus menguasai bahasa daerah tersebut yang kemudian bisa di jadikan pelengkap di dalam penyelenggaraan pemerintah pada tingkat daerah tersebut.

kesimpulan : jadi bahasa daerah sangat membantu dalam perkembangan bahasa indonesia sendiri bisa membuat bahasa indonesia menjadi lebih baik karena bahasa daerah karena bisa membuat generasi generasi muda kita tau akan banyak bahasa daerah daerah yang ada diindonesia.


2. sejauh mana pengaruh bahasa pergaulan dalam perkembangan bahasa indonesia?

Seiring dengan perkembangan zaman ke zaman khususnya di Negara Indonesia semakin terlihat pengaruh yang diberikan oleh bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia dalam penggunaan tata bahasanya. Penggunaan bahasa gaul oleh masyarakat luas menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa pada saat sekarang dan masa yang akan datang. Dewasa ini, masyarakat sudah banyak yang memakai bahasa gaul dan parahnya lagi generasi muda Indonesia juga tidak terlepas dari pemakaian bahasa gaul ini. Bahkan generasi muda inilah yang banyak memakai bahasa gaul daripada pemakaian bahasa Indonesia. Untuk menghindari pemakaian bahasa gaul yang sangat luas di masyrakat, seharusnya kita menanamkan kecintaan dalam diri generasi bangsa terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Seiring dengan munculnya bahasa gaul dalam masyarakat, banyak sekali dampak atau pengaruh yang ditimbulkan oleh bahasa gaul terhadap perkembangan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa diantaranya sebagai berikut:
Eksistensi Bahasa Indonesia Terancam Terpinggirkan Oleh Bahasa Gaul
Berbahasa sangat erat kaitannya dengan budaya sebuah generasi. Kalau generasi negeri ini kian tenggelam dalam pudarnya bahasa Indonesia yang lebih dalam, mungkin bahasa Indonesia akan semakin sempoyongan dalam memanggul bebannya sebagai bahasa nasional dan identitas bangsa. Dalam kondisi demikian, diperlukan pembinaan dan pemupukan sejak dini kepada generasi muda agar mereka tidak mengikuti pembusukan itu. Pengaruh arus globalisasi dalam identitas bangsa tercermin pada perilaku masyarakat yang mulai meninggalkan bahasa Indonesia dan terbiasa menggunakan bahasa gaul. Saat ini jelas di masyarakat sudah banyak adanya penggunaan bahasa gaul dan hal ini diperparah lagi dengan generasi muda Indonesia juga tidak terlepas dari pemakaian bahasa gaul. Bahkan, generasi muda inilah yang paling banyak menggunakan dan menciptakan bahasa gaul di masyarakat.
Yang menyebabkan punahnya bahasa indonesia
Penggunaan bahasa gaul yang semakin marak di kalangan remaja merupakan sinyal ancaman yang sangat serius terhadap bahasa indonesia dan pertanda semakin buruknya kemampuan berbahasa generasi muda zaman sekarang. Sehingga tidak dapat dipungkiri suatu saat bahasa Indonesia bisa hilang karena tergeser oleh bahasa gaul di masa yang akan datang.
Beberapa  dampak Positif dan Negatif dari Penggunaan Bahasa Gaul
Segala sesuatu pasti mempunyai dampak positif dan negatif. Begitu pula dengan bahasa gaul yang juga mempunyai dampak positif dan negatif terhadap penggunanya dan orang lain.
a.      Dampak Positif
Dampak positif dengan digunakannya bahasa gaul adalah remaja menjadi lebih kreatif. Terlepas dari menganggu atau tidaknya bahasa gaul ini, tidak ada salahnya kita menikmati tiap perubahan atau inovasi bahasa yang muncul. Asalkan dipakai pada situasi yang tepat, media yang tepat dan komunikan yang tepat juga.
b.      Dampak Negatif
- Penggunaan bahasa gaul dapat mempersulit penggunanya untuk berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Padahal di sekolah atau di tempat kerja, kita diharuskan untuk selalu menggunakan bahasa yang baik dan benar. Tidak mungkin jika pekerjaan rumah, ulangan atau tugas sekolah dikerjakan dengan menggunakan bahasa gaul. Karena, bahasa gaul tidak masuk ke dalam tatanan bahasa akademis. Begitu juga di kantor, laporan yang kita buat tidak diperkanakan menggunakan bahasa gaul. Jadi, ketika situasi kita dalam situasi yang formal jangan menggunakan bahasa gaul sebagai komunikasi.
Kata-kata yang digunakan dalam berbicara seseorang dapat mencerminkan kemampuan berpikir dan tingkat kepribadiannya. Kepribadian seseorang yang baik dapat memilih apa saja yang harus diucapkan dan dibicarakan. Tidak berlebihan jika seseorang yang pandai berbahasa Indonesia, ia akan merasa diterima dan dihargai oleh berbagai kalangan. Ada beberapa solusi yang dapat meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia antara lain:
   1.   Menyadarkan dan memotivasikan remaja akan fungsi dan pentingnya dari bahasa yang baku. Upaya ini dimaksud untuk mengajak seseorang menyadari porsi dan tempat yang tepat bagi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
    2.   Membutuhkan suatu upaya pembiasaan. Artinya, remaja dilatih untuk berbahasa secara tepat, baik secara lisan maupun tulisan setiap saat setidaknya selama berada di lingkungan sekolah. Pembiasaan ini akan sangat mempengaruhi perkembangan kemampuan berbahasa pada remaja.
    3.   Proses penyadaran dan pembiasaan ini membutuhkan suatu kekuatan atau sanksi yang mengikat, misalnya tugas menuliskan suatu artikel atau karangan dengan bahasa yang baku. Hal ini akan menimbulkan keinginan remaja untuk mempelajari bahasa Indonesia yang baik dan benar.

kesimpulan : jadi bahasa pergaulan sangat perlu dalam menjalani kehidupan ini dengan itu kita bisa bersosialisasi dengan orang lain seperti sahabat dan teman kita ,tapi kita juga harus tahu tata kerama dalam memakai bahasa pergaulan agar lebih sopan dalam bersosialisasi dengan orang lain


refrensi: 
http://bahasa.kompasiana.com/2012/09/25/bahasa-indonesia-dan-bahasa-daerah-496640.html
http://zoombosscoot.blogspot.com/2013/10/penggunaan-bahasa-gaul-dalam.html
http://pendidikanmatematika2011.blogspot.com/2012/04/khusnul-khatimah.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar