Jumat, 19 Juni 2015

TULISAN 3


  

Resensi Film   : FURY
Judul Film       : FURY
Jenis Film        : Action/Drama
Sutradara         : David Ayer
Produser          : Ethan Smith,David Ayer
Skenario          : David Ayer
Pemeran     : Sersan Don "Wardaddy" Collier (Brad Pitt), Norman "Machine" Ellison (Logan Lerman),  Boyd "Bible" Swan (Shia LaBeouf), Trini "Gordo" Garcia (Michael Pena), dan Grady "Coon-Ass" Travis (Jon Bernthal). Emma (Alicia von Rittberg)
Durasi              : 134 menit
Tanggal Rilis   : 17 Oktober 2014

Sinopsis:
Fury menceritakan akhir perang dunia 2 dimana pasukan sekutu telah memasuki Negara jerman untuk mengalahkan NAZI. Pasukan sekutu yang bertugas untuk memasuki jerman dengan memakai kendaraan tank ialah sersan wardaddy ( Bradd Pitt) beserta para 4 anggota lain didalamnya yang bernama  Bible (Shia Lebouf), Gordo (Michael Pena), Gardy “Coon-ass” (Jon Bernthal) dan Norman (Logan Lerman),tank yang dikendarai oleh lima anggota itu dinamakan fury. Setelah melalui banyak rintangan seperti pada saat mereka ke desa yang sudah diduduki oleh tentara sekutu lalu dibom oleh pasukan NAZI dengan pesawatnya dan kemudian mereka dihadang oleh NAZI dengan tank nya yang sangat kuat melebihi tank yang mereka kendarai dan akhirnya mereka lolos dan tinggal satu satunya yang selamat dari serangan tentara NAZI,kemudian mereka berlima ditugaskan ke misi yang paling sulit yaitu menghadang para tentara NAZI dipersimpanagan jalan untuk mencegah tentara NAZI masuk ke wilayah yang  telah diduduki oleh sekutu, akan tetapi tank mereka tumpangi mengalami kerusakan sementara tentara NAZI telah mendekat ke persimpangan . Sersan wardaddy menyuruh 4 anggota lainya untuk berlindung diri agar mereka selamat dan sersan wardaddy yg menghadang mereka sendirian, tapi karena persahabatan yang sangat kuat diantara mereka berlima 4 anggota lainya enggan meninggalkan sersan wardaddy sendirian didalam tank mengahadapi tentara NAZI yang berjumlah 400 orang walaupun kalah dalam senjata dan jumlah personil mereka berlima tidak gentar dengan tentara NAZI. Dengan heroiknya mereka berlima menyerang tentara NAZI tanpa ampun tetapi mereka kalah senjata dan kalah jumlah akhirnya mereka tersudutkan dan para anggota dalam tank tewas satu persatu tinggal tersisa sersan wardaddy yang sekarat karena telah tertembak didada dan Norman.Norman hamper saja menyerah kepada tentara NAZI tetapi sersan wardaddy melarangnya karena mereka akan menyiksa norman dan membunuh norman secara kejam, walaupun dalam keadaan sekarat serrsan wardaddy masih bisa menyelamatkan norman ,tapi apa daya tentara NAZI memasukan bom kedalam tank, lalu sersan wardaddy memerintah norman kabur melewati pintu yang ada dibawah tank. mau tidak mau norman mengikuti perintah sersan wardaddy padahal norman tidak mau meninggalkan sersan wardaddy dan akhirnya tank pun meledak dan norman pun selamat dengan penyesalan tidak bisa menenami sersan wardaddy , akhirnya norman diselamatkan oleh tentara sekutu dan dianggap pahlawan oleh tentara sekutu karena telah mempertahankan persimpangan jalan itu agar tentara NAZI tidak terlalu banyak masuk ke daerah yang telah dikuasai oleh sekutu. Dengan penyesalan yang amat dalam norman mengenang sersan wardady beserta tiga orang lainya yang telah tewas dan juga tank yang diberi nama Fury, itu kenangan saat didalam tank pun tak bisa dilupakan oleh norman.

Penilaian pribadi
Film FURY ini sangat menceritakan tentang persahabatan dan rasa cinta kepada pekerjaannya dan rasa cinta kepada Negara dengan heroiknya sersan wardaddy lebih memilih tidak kabur walapun kalah jumlah dan senjata dari tentara NAZI bahkan rasa persahabatan yang tinggi sersan wardaddy memerintahkan empat anggota lainya untuk menyelamatkan diri tapi karena memamng persahabatan yang sangat kuat mereka berempat enggan maninggalkan sersan sendirian dan lebih memilih mati dimedan perang ,walapun pada akhirnya tewas tapi sersan wardaddy masih bisa menyelamatkan norman dari tentara NAZI. Secara keseluruhan film ini sangat bagus dalam memupuk rasa persahabatan ang tinggi dan rasa cinta pada pekerjaannya dan negaranya.

Refrensi:
http://www.sinopsisfilmbioskopterbaru.com/2014/10/sinopsis-lengkap-film-fury-dibintangi-brad-pitt.html
http://www.jaringnews.com/seleb/movie/66613/inilah-sinopsis-film-fury

TUGAS 3

RESENSI

Pengertian Resensi
Resensi berasal dari bahasa Belanda resentie dan bahasa Latin recensio, recensere atau juga revidere yang artinya mengulas kembali. Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya. Karya yang dinilai dapat berupa buku dan karya seni film dandrama.Menulis resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari buku dan disampaikan kepada masyarakat.

Tujuan Resensi
1. Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku.
2. Mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema yang muncul dalam sebuah buku.
3. Memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah sebuah buku layak mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.
4. Menjawab pertanyaan yang timbul jika seorang melihat buku yang baru terbit seperti, siapa pengarangnya, mengapa ia menulis buku, apa pernyataannya, dan lainnya.
5. Untuk segolongan pembaca resensi yang membaca agar mendapat bimbingan dalam memilih buku, setelah membaca resensi berminat untuk membaca atau mencocokkan seperti apa yang ditulis resensi, tidak ada waktu untuk membaca buku sehingga mengandalkan resesnsi sebagai sumber informasi.

Jenis Jenis Resensi
1. Informatif, (memberikan informasi) yaitu sebuah resensi yang berusaha memberikan gambaran umum secara singkat tentang suatu buku, yang ditulis adalah hal-hal umum dan hal-hal penting tentang buku tersebut.
2. Deskriptif, yaitu sebuah resensi yang berusaha mengulas buku beserta beberapa detailnya. Biasanya, penulisannya dibuat ringkasan perbab buku.
3. Kritis/ evaluatif, yaitu resensi yang ditulis dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Biasanya, isi resensinya adalah penilaian tentang isi buku atau hal-hal yang berkaitan dengan buku
4.  Asosiatif, yaitu perpaduan antara ketiganya.
Selain yang ketiga tambah satu diatas, ada jenis resensi lainya yang penulis ketahui, yaitu penulisan resensi berdasarkan sudut pandang. Jenis-Jenis Resensi berdasarkan sudut pandang atau sudut tinjauanya:
1. Resensi Ilmiyah
Dalam resensi ilmiah digunakan tata cara keilmuan tertentu, menggunakan rujukan atau acuan, dan bahasa resmi dan baku serta yang dipaparkan selengkap-lengkapnya.
2. Resensi Ilmiyah Populer
Resensi ilmiah populer tidak mengguakan rujukan atau acuan tertentu. Selain itu, isi resensi seringnya hanya memaparkan bagian-bagian yang menarik saja. Penyajiannya pun tidak terlalu tunduk pada bahasa resmi atau baku

Unsur-Unsur Resensi
1. Identitas Buku, Identitas buku meliputi judul, nama pengarang, nama penerbit dan alamatnyam nomor edisi, dan ketebalannya. Identitas buku dapat juga meliputi ukuran buku, warna dan ilustrasi jilid. Akan tetapi, dalam kepentingannya dengan penulisan resensi hal itu jarang sekali dimunculkan
2. Ikhtisar Buku, Ikhtisar buku disusun berdasarkan pokok-pokok isi buku. Akan tetapi, karena buku yang akan anda resensi itu berua novel maka cara menentukan pokok-pokok tidak sama dengan buku nonfiksi. pokok-pokok isi novel dapat ditentukan berdasarkan keadaan ataupun peristiwa-peristiwa penting.
3. Kepengarangan, Sosok pengarang sering diceritakan dalam resensi novel. Hal itu terutama berkaitan dengan latar belakang, keahlian, sikap-sikap, dan karya-karyanya. Bagian-bagian tersebut diceritakan secara ringkas dan umumnya tidak melebihi satu paragraf. Sosok pengarang umumnya dicantumkan di halaman pertama atau dibagian belakang novel itu. Dari sanalah anda dapat berbicara tentang unsur kepengarangan. Untuk pengarang yang sudah terkenal, anda dapat membacanya dari sumber-sumber lain. Dari internet pun anda bisa memperoleh informasi lebih lengkap lagi
4. Keunggulan dan Kelemahan, Keunggulan dan kelemahan dalam resensi dapat berkaitan dengan unsur-unsur novel. Terhadap unsur-unsur itu, anda memberikan penilaian, baik itu berdasarkan kesedarhanaan, kejelasan kekhasan, pengusaan masalah, dan aspek-aspek lainnya yang ditentukan sendiri.

Tahap Penulisan Resensi
Berikut ini akan dijelaskan tahap-tahap dalam penulisan sebuah resensi buku.
1. Tahap Persiapan
Dalam tahap ini, hal yang perlu dilakukan antara lain: memilih jenis buku yang akan diresensi, buku tersebut adalah buku-buku baru, dan membuat anatomi buku.
2. Tahap Pengerjaan
a. Membaca dengan detail dan mencatat hal-hal penting. Sebelum membuat resensi, bacalah terlebih dahulu buku yang akan diresensi hingga tuntas lalu mencatat kutipan dan kata-kata penting di dalamnya.
b. Membuat isi resensi, diantaranya:
  • Membuat informasi umum tentang buku yang diresensi.
  • Menentukan judul resensi.
  • Membuat ringkasan secara garis besar.
  • Memberikan penilaian buku.
  • Menonjolkan sisi lain dari buku yang diresensi.
  • Mengulas manfaat buku tersebut bagi pembaca.
  • Penilaian dari segi kelengkapan karya, EYD dan sistematika resensi.

Tips Menulis Resensi
Berikut ini adalah tips dalam menulis resensi:
1. Cari dan tentukan buku baru nonfiksi yang akan dibuat resensi.
2. Catatlah identitas buku yang akan diresensi, seperti jenis buku, judul buku, nama pengarang, nama penerbit, tahun terbit, tahun cetak, jumlah halaman, jenis kertas dan harga buku.
3. Catat dan pahami tujuan dan latar belakang penulisan buku, dengan cara membaca kata pengantar atau pendahuluan buku. Buatlah daftar pokok-pokok isi buku secara keseluruhan.
4. Tentukan kelebihan dan kekurangan isi buku.
5. Tulis ringkasan materi dari buku yang dibuat resensi secara jelas dan sistematis.
6. Pada akhir resensi berilah saran dan kesimpulan, apakah buku yang kita resensi tersebut layak dibaca atau tidak.

Refrensi: