BAB
II : WAWASAN NUSANTARA
NAMA : SINGGIH FITONO
KELAS : 2EA19
NPM : 17212020
BAB
1
PENDAHULUAN
LATAR
BELAKANG
Sebelum
membahas tentang wawasan nusantara sebaiknya kita harus mengerti tentang apa
itu wawasan secara universal. Suatu bangsa menyakini bahwa
kebenaran yang hakiki atau kebenaran yang mutlak adalah kebenaran yang datang
dari Tuhan, pencipta alam semesta. Manusia memiliki kelebihan dari mahkluk
lainnya melalui akal pikiran dan budi nuraninya. Namun kemampuannya dalam
menggunakan akal pikiran dan budi nuraninya tersebut terbatas, sehingga manusia
yang satu dan yang lain tidak memiliki tingkat kemampuan yang sama.
Ketidaksamaan tersebut menimbulkan perbedaan pendapat,kehidupan,kepercayaan
dalam hubungan dengan penciptanya dan melaksanakan hubungan dengan sesamanya.
Dan dalam cara melihat serta memahami sesuatu. Perbedaan – perbedaan inilah
yang kita sebut keanekaragaman tersebut memerlukan perekat agar bangsa yang
bersangkutan dapat bersatu memelihara keutuhan negaranya. Suatu bangsa dalam
menyelenggarakan kehidupan kenegaraannya tidak terlepas dari pengaruh
lingkungannya. Pengaruh itu timbul dari hubungan timbal balik antara filosofi
bangsa,ideologi,saspirasi serta cita –cita dan kondisi sosial masyarakat
,budaya tradisi, keadaan alam, wilayah serta pengalaman sejarahnya
BAB
II
PERMASALAHAN
1. Apa
pengertian dari wawasan nusantara?
2. Bagaimanakah
penerapan wawasan nasional di indonesia?
3. Dan
kenapa wawasan nusantara dijadikan wawasan nasional indonesia?
BAB
III
PEMBAHASAN
WAWASAN NASIONAL SUATU BANGSA
Wawasan
Nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan
lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi &
interelasi) serta pembangunannya di dalam bernegara di tengah-tengah lingkungannya
baik nasional, regional, maupun global. Wawasan Nusantara pada hakekatnya tidak
lain adalah persatuan - kesatuan / keutuhan Nusantara, cara pandang yang selalu
utuh menyeluruh / serba Nusantara / mendahulukan kepentingan nasional
(nasionalisme) yang sangat diperlukan dan merupakan syarat mutlak untuk
mencapai Tujuan Nasional Bangsa Indonesia seperti tercantum dalam Mukadimah
Kekuasaan
Wawasan Nasional suatu bangsa dibentuk dan dijiwai oleh paham-paham kekuasaan
dan geopolitik yang dianutnya. Beberapa teori / paham kekuasaan dan geopolitik
yang dianutnya. Beberapa teori/paham kekuasaan dan teori geopolitik tersebut
mari kita bahas di bawah ini :
Paham-paham Kekuasaan
a.
Paham Machiavelli Machiavelli lebih cenderung menghalalkan kekuasaan yang
otoriter; kalau Raja adalah Raja yang absolut atau Tiran atau Pemerintahan yang
otoriter/ dictator terkenal adagium Machiavelli bahwa Raja harus kuat seperti
singa.
b.
Paham Kaisar Napoleon Bonaparte Napoleon menegaskan bahwa kekuatan politik
harus didukung oleh kekuatan ekonomi (ingat bahwa jatuhnya Pemerintahan Orde
Baru akibat krisis moneter dan ujungnya menjadi krisis ekonomi)
c.
Paham Jendral Clausewitz Karena Clausewitz seorang tentara tidak heran bahwa
dalilnya tidak lepas dari perang adapun dalilnya bahwa perang adalah kelanjutan
politik dengan cara lain. Clausewitz menghalalkan perang untuk mencapai tujuan
politik.
Geopolitik
Arti
geopolitik secara harfiah adalah geo asal dari geografi dan politik artinya
pemerintahan jadi geopolitik artinya cara menyelenggarakan suatu pemerintahan
yang disesuaikan /ditentukan oleh kondisi/konfigurasi geografinya (contoh NKRI
memilih Negara Kesatuan karena kondisi/konfigurasi geografinya berupa Negara
Kepulauan).
a.
Pandangan Frederich Ratzel dan Rudolf Kjellen Kedua tokoh ini mengibaratkan
Negara itu adalah/merupakan mahluk hidup, oleh karena Negara dianalogkan
sebagai mahluk maka kalau Negara itu sudah tidak lagi mempunyai ruang hidup
(lebens raum) dihalalkan mencari bahkan kenyataannya mencuri ruang hidup yang
baru berupa negara orang/bangsa lain. inilah cikal bakal timbulnya penjajahan
di muka bumi ini.
b.
Pandangan Karl Haushofer dan Sir Halford Mackinder Teori Ratzel dan Kjellen
dijabarkan oleh Haushofer dan mackinder dari Jerman (seperti kita ketahui bahwa
Negara Jerman terletak di daratan Eropa dan tidak mempunyai laut/lautan) maka
teori ini disebut wawasan benua/darat adapun dalilnya : Barangsiapa yang ingin
menguasai dunia kuasailah "jantung dunia" (yang dimaksud dunia ialah
benua Eropa, Afrika dan Asia) karena itu teori ini disebut teori jantung. Teori
ini dilaksanakan oleh Hitler dengan timbulnya Perang Dunia II.
c.
Pandangan Sir Walter Raleigh dan Alfred Thayer Mahan
d.
Kedua Tokoh ini berasal dari Inggris (seperti kita ketahui bahwa Negara Inggris
adalah Negara Kepulauan/kelautan sehingga kedua tokoh ini berwawasan laut atau
bahari dengan dalilnya : Barang siapa ingin menguasai dunia kuasailah
perdagangan dengan armada laut yang tangguh dan kuat (antara lain Negara
Inggris, Spanyol, Portugis dan Belanda).
Wawasan Nusantara
Pengertian
atau batasan Wawasan Nusantara secara resmi tercantum dalam Ketetapan Majlis
Permusyawaratan Rakyat (TAP MPR) tentang Garis besar Haluan Negara (GBHN) RI
Tahun 1993 dan TAP MPR Tahun 1998 sebagai berikut :
"Wawasan
Nusantara yang merupakan wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan
berdasarkan UU1945 adalah cara pandang dan sikap Bangsa Indonesia mengenai diri
dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta
kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara untuk mencapai tujuan nasional."
Perlu
dijelaskan disini tentang pengertian wawasan nasional yaitu cara pandang suatu
bangsa terhadap diri dan lingkungannya yang meliputi geografi, sejarah an
idiologi.
Sikap
dan cara pandang Bangsa Indonesia terhadap geografi yang berbentuk Negara
Kepulauan, sejarah Bangsa Indonesia dan Pancasila maka wawasan itu disebut
Wawasan Nusantara.
Sehingga
dengan demikian wawasan nasional suatu bangsa dengan bangsa lainnya akan
berbeda karena terdapat perbadaaan geografinya, sejarahnya dan idiologinya.
I. Paham kekuasaan Indonesia
Bangsa
Indonesia yang berfalsafah dan berideologi Pancasila menganut paham tentang
perang dan damai berdasarkan : “Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih
cinta kemerdekaan”. Dengan demikian wawasan nasional bangsa Indonesia tidak
mengembangkan ajaran kekuasaan dan adu kekuatan karena hal tersebut mengandung
persengketaan dan ekspansionisme.
II.
Geopolitik Bangsa Indonesia
Geopolitik
Bangsa Indonesia didasarkan atas nilai KeTuhanan dan kemanusiaan yang luhur
sesuai pembukaan UUD’45. Yang pada intinya :
•
Bangsa Indonesia cinta damai tapi lebih cinta kemerdekaan
•
Bangsa Indonesia menolak segala bentuk penjajahan dan menolak ekspansionisme
Dalam
menjalin hubungan internasional Bangsa Indonesia berpijak pada paham kebangsaan
(nasionalisme) yang membentuk suatu wawasan kebangsaan dengan menolah
chauvinisme. Bangsa Indonesia terbuka dalam menjalin hubungan kerjasama antar
bangsa yang saling menolong dan saling menguntungkan.
Paham
Geopolitik Bangsa Indonesia
GeopolitikI
: Persatuan dan Kesatuan : Bhinneka Tunggal Ika
Bangsa
Indonesia cinta damai akan tetapi lebih cinta kepada kemerdekaan dan kedaulatan
nusantara Paham Indonesia tentang negara kepulauan ( berbeda dengan paham
archipelago barat : laut sebagai pemisah pulau ) laut sebagai penghubung pulau,
wilayah negara : satu kesatuan utuh tanah air
III. Penerapan Wawasan Nusantara
a.
Salah satu manfaat paling nyata dari penerapan wawasan nusantara. Khususnya di
bidang wilayah. Adalah diterimanya konsepsi nusantara di forum internasional.
Sehingga terjaminlah integritas wilayah territorial Indonesia. Laut nusantara
yang semula dianggap “laut bebas” menjadi bagian integral dari wilayah
Indonesia.
b.
Pertambahan luas wilayah sebagai ruang lingkup tersebut menghasilkan sumber
daya alam yang mencakup besar untuk kesejahteraan bangsa Indonesia.
c.
Pertambahan luas wilayah tersebut dapat diterima oleh dunia internasional
terutama negara tetangga yang dinyatakan dengan persetujuan yang dicapai.
d.
Penerapan wawasan nusantara dalam pembangunan negara di berbagai bidang tampak
pada berbagai proyek pembangunan sarana dan prasarana ekonomi, komunikasi dan
transportasi.
e.
Penerapan di bidang sosial dan budaya terlihat pada kebijakan untuk menjadikan
bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika tetap merasa sebangsa, setanah air,
senasib sepenanggungan dengan asas pancasila.
f.
Penerapan wawasan nusantara di bidang pertahanan keamanan terlihat pada
kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh rakyat melalui sistem pertahanan dan
keamanan rakyat semesta untuk menghadapi berbagai ancaman bangsa dan Negara.
Dewasa
ini kita menyaksikan bahwa kehidupan individu dalam bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara sedang mengalami perubahan. Dan kita juga menyadari bahwa faktor
utama yang mendorong terjadinya proses perubahan tersebut adalah nilai-nilai
kehidupan baru yang di bawa oleh negara maju dengan kekuatan penetrasi
globalnya. Apabila kita menengok sejarah kehidupan manusia dan alam semesta,
perubahan dalam kehidupan itu adalah suatu hal yang wajar, alamiah.
Keberhasilan Implementasi Wawasan
Nusantara
Wawasan
Nusantara perlu menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bersikap dan
bertindak dalam rangka menghadapi, menyikapi, dan menangani permasalahan
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berorientasi kepada
kepentingan rakyat dan keutuhan wilayah tanah air. Wawasan Nusantara juga perlu
diimplementasikan dalam kehiduan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan
ke¬amanan serta dalam upaya menghadapi tantangan-tantangan dewasa ini. Karena
itu, setiap warga negara Indonesia perlu memiliki kesadaran untuk:
1.
Mengerti, memahami, dan menghayati hak dan kewajiban warga negara serta
hubungan warga negara dengan negara, sehingga sadar sebagai bangsa Indonesia
yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Wawasan Nusantara.
2.
Mengerti, memahami, dan menghayati bahwa di dalam menye¬lenggarakan
kehidupannya negara memerlukan Konsepsi Wawasan Nusantara, sehingga sadar
sebagai warga negara yang memiliki Wawasan Nusantara guna mencapai cita-cita
dan tujuan nasional.
BAB IV
Kesimpulan
dan saran
Kesimpulan
Wawasan
nusantara dibutuhkan sebagai dasar berpikir bersikap dan bertindak untuk
menangani masalah yang ada didalam kehidupan masyarakat bangsa dan negara untuk
kepentingan dan keutuhan bangsa indonesia
Wawasan
nusantara harus diimplementasikan kedalam kehidupan politik sosial budaya dan
pertahanan bangsa indonesia untuk menghadapi tantangan tantangan dewasa ini
Saran
Untuk
mengimplementasikan wawasan nusantara dibutuhkan kesadaran dari masayarakatnya
itu sendiri agar dapat tercapai kehidupan bangsa yang mempunyai ketahanan yang
kuat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar